INDOVIEW CULTURE

Selamat datang di website indoview.com kami adalah sebuah portal website yang menyediakan tempat untuk berbagi informasi melalui sebuah karya berupa artikel, blog, maupun karya digital yang lain.

3 Danau di Indonesia Ini Jadi Habitat Ubur-Ubur Tak Menyengat

Author : Indoview | : 30 Views
  • Siapa yang tak gemas melihat ubur-ubur? Hewan yang dalam Bahasa Inggris disebut jellyfish ini merupakan kelompok invertebrata dari filum Cnidaria yang bentuknya seperti payung, berwarna transparan, tampak kenyal seperti agar-agar, dan memiliki tentakel yang akan mengeluarkan sengatan bila merasa terancam.

    Bila Anda pernah membayangkan berenang bersama ubur-ubur, tentunya itu bukan mimpi belaka. Sebab, di Indonesia pun ada lho danau yang sangat memungkinkan keinginan tersebut diwujudkan. Tak perlu khawatir soal keamanan, bahkan ada danau-danau yang jadi habitat ubur-ubur tanpa sengat. Untuk berenang, tentunya lebih aman karena tak perlu takut disengat walau posisinya berdekatan.

    Sebelum merencanakan liburan menjumpai ubur-ubur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengunjung. Misalnya, tidak menggunakan losion dan tabir surya saat berenang agar danau tidak terkontaminasi, boleh menggunakan kacamata renang atau google agar pandangan tetap jelas selama menyelam dan melihat ubur-ubur di dalam danau.

    Kemudian, jangan gunakan fin atau kaki katak saat berenang karena dikhawatirkan akan mengganggu ubur-ubur dan berpotensi melukainya. Usahakan berenang dengan lambat agar tak menabrak ubur-ubur, tidak menyentuh apalagi meremas ubur-ubur, jangan melompat ke dalam danau, dan pastinya tidak dengan sengaja mengganggu dan melukai ubur-ubur.

    Berikut tiga lokasi danau di Indonesia yang menjadi habitat ubur-ubur gemas tanpa sengat:

    Danau Kakaban, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur

    Salah satu tempat untuk merasakan sensasi berenang bersama ubur-ubur ada di Danau Kakaban di Pulau Kakaban, salah satu danau kategori purba. Menurut Dr. Anugerah Nontji dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Danau Kakaban terjadi akibat pengangkatan atol atau terumbu karang cincin setinggi 40-60 meter. Kemunculan atol lalu memicu terbentuknya laguna atau danau dan proses ini diperkirakan terjadi pada 1-2 juta tahun lalu.

    Air laut yang terperangkap di danau ini tak bisa keluar, kemudian bercampur dengan air hujan, dan ini yang menyebabkan air di Danau Kakaban termasuk payau. Ubur-ubur di area itu pun ikut terperangkap dan tak bisa kembali ke laut. Seiring berjalannya waktu, mereka berevolusi dan bisa hidup di air payau.

    Hewan transparan ini menjadi raja dari rantai makanan di Danau Kakaban sebab tidak ada predator. Tak heran, keberadaan ubur-ubur ini sangat melimpah. Ketika menyelami danau, Anda bisa bertemu banyak ubur-ubur.

    Ada empat jenis ubur-ubur yang bisa ditemukan di Danau Kakaban, yaitu ubur-ubur bulan Aurelia Aurita, ubur-ubur totol Mastigias cf Papua, ubur-ubur kotak Tripedalia Cystophora, dan ubur-ubur terbalik Cassiopea Ornata.

    Berenang bersama ubur-ubur di Danau Kakaban bisa jadi pengalaman menyenangkan. Suasana di sana pun asri sehingga nyaman berlama-lama di kawasan danau tersebut. Namun, di Pulau Kakaban ini tidak berpenghuni, sehingga tak ada penginapan ataupun warung. Jadi untuk mengunjungi danaunya, wisatawan bisa mencari penginapan di area lain di Kepulauan Derawan.

    Danau Lenmakana, Raja Ampat, Papua Barat

    Selama ini, Raja Ampat memang dikenal sebagai surga wisata bahari di bagian timur Indonesia. Kepulauan di Papua Barat ini memiliki daya tarik yang eksotis, mulai dari kawasan pantai, pulau, gua, deretan karang, laguna, hingga danau yang jadi habitat ubur-ubur tanpa sengat.

    Di Danau Lenmakana yang notabene berair asin, hidup ubur-ubur dengan jumlah tak terhingga. Danau ini memiliki luas 1,25 hektare dengan kedalaman hingga 18 meter. Sama seperti yang ada di Danau Kakaban, ubur-ubur di sini pun tidak berbahaya bila bersentuhan dengan manusia.

    Ada dua jenis ubur-ubur yang bisa ditemukan di Di Danau Lenmakana, yaitu moon jellyfish atau Aurelia Aurita yang berwarna transparan dan Mastigias Papua yang identik dengan warna oranye.

    Perlu diperhatikan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke danau ini, perjalanan menuju danau sungguh mengurasi tenaga karena letaknya yan cukup tersembunyi. Namun, tentu semua usaha akan terbayar saat Anda berenang bersama ubur-ubur di sana.

    Danau Mariona, Taman Nasional Togean, Sulawesi Tengah

    Danau Mariona berada di Katupat, Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Di danau ini juga pengunjung bisa bebas menikmati momen berenang bersama ubur-ubur tanpa sengat. Danau ini menjadi rumah bagi ubur-ubur karena memang tak ada lagi spesies lain yang menghuni danau. Saking banyak jumlahnya, bahkan keberadaan ubur-ubur bisa terlihat dari permukaan danau lho.

    Ubur-ubur di danau ini tampak warna-warni, di antaranya ada yang berwarna putih, ungu, kuning, dan kemerahan. Di sekeliling danau ditumbuhi pepohonan bakau yang membuat suasana di danau ini jadi tampak lebih hijau.

    Untuk sampai di danau, pengunjung harus melewati perjalanan panjang yang menantang. Sebab, sebelumnya Anda harus melewati tebing karst yang curam, memasuki kawasan hutan, mendaki, dan menempuh jalanan berkelok-kelok dengan tepian jurang.

     

    Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/

    Author : Indoview


    Gender : Male


    Age : 0 tahun 2 bulan 13 hari


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *